Salah satu isu pendidikan adalah masalah mutu. Tentu dari berbagai banyak faktor, guru sebagai pelaku dalam proses pendidikan dan pembelajaran menjadi determinan untuk menjadikan sebuah proses pendidikan yang bermutu sehingga menghasilakan sumber daya manusia yang bermutu. “Oleh karena itu, kami merasa peduli dan berkepentingan untuk meningkatkan mutu guru dan sekaligus juga menyiaapkan calon-calon guru yang [...]
Arsip untuk ‘Wawancara’ Kategori
Sudahkah Guru Berkomitmen?
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada Mei 9, 2008 | 1 Komentar »
Problemnya, Eksekutif Terlalu Lemah
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 23, 2008 | Leave a Comment »
Sebelum UUD 1945 diubah, posisi eksektuif sangat kuat (executive heavy). Namun, setelah perubahan justru sebaliknya. Dalam rangka penguatan kelembagaan politik, bagaimana membenahinya?
Menurut Daniel Sparingga, Pengamat Politik dari Universitas Airlangga Surabaya, saat dihubungi via telepon oleh wartawan Figur, Hendri F. Isnaeni, “bisa dilakukan pada dua tingkat sekaligus yaitu pada konstitusi dan undang-undang (UU). Namun, untuk [...]
UUD 1945 Diubah Karena Ada Ganjalan Besar Di Dalamnya
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 23, 2008 | Leave a Comment »
Perubahan terhadap UUD 1945 tentu didasari oleh beberapa kelemahan di dalamnya yang dianggap sebagai ganjalan, sehingga perlu disempurnakan agar sistem ketatanagaraan berjalan lebih baik.
”Kenapa orang meminta perubahan? Karena adanya ganjalan besar di dalam konstitusi. Kalau di konstitusi tidak ada ganjalan, mungkin cukup UU-nya saja yang diubah. Ganjalan besar tersebut terdapat di pasal-pasal yang ada [...]
Kepahlawanan Didominasi Wacana Militerisme
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 23, 2008 | Leave a Comment »
Seseorang disebut pahlawan diukur dari kontribusi perjuangannya, bukan sekadar masih hidup atau sudah meninggalnya sang pahlawan.
Lihat saja, meskipun masih hidup, Suciwati (isteri dari almarhum Munir, pejuang HAM red) dinobatkan jadi “Pahlawan Asia” oleh Majalah Time Asia. “Penghargaan pada se ti ap orang yang mendedikasikan hidupnya untuk orang lain, mencoba mengesampingkan ke pentingannya dahulu untuk kepentingan [...]
Hak dan kewajiban Perempuan dan Laki-laki adalah Saling Mengisi
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 23, 2008 | Leave a Comment »
“Dalam Islam tidak dibutuhkan kesetaraan gender karena hak dan kewajiban wanita dan pria telah saling isi mengisi, manakala setiap individu memahami benar maksud Tuhan menciptakannya,” kata Neno Warisman,
Yang belakangan ini sering muncul di televisi membawakan prolog sinetron religius, “Pintu Hidayah”. Sosok yang akrab dipanggil “Bunda” oleh peserta Pildacil ini memaparkan pandangannya dengan penuh semangat sampai-sampai [...]
Indonesia Tidak Punya Sistem Bicameral Legislative
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 21, 2008 | Leave a Comment »
Dalam pandangan Dr. Bambang Cipto, Indonesia tidak punya sistem bicameral legislative. “Bisa dibilang badan-badan politik yang utama di Indonesia itu masih dalam proses penemuan jati diri. Dalam konteks badan legislatif, DPR tidak ingin ada badan lain yang ikut campur dalam proses pembuatan kebijakan. Ia tidak bersedia memberikan hak itu kepada DPD. Sebab DPD tidak punya [...]
Fenomena Partai Baru Menjelang Pemilu 2009
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 21, 2008 | Leave a Comment »
Berikut ini petikan wawancara saya dengan Dr. Sukardi Rinakit, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, pada 4 Februari 2008 di Wisma Kodel Lt. XI Jl. Rasuna Said Kav B-4
Mengapa partai-partai baru, termasuk partai yang berganti baju, terus bermunculan?
Oh, ada banyak alasan. Sekurangnya ada empat alasan. Pertama, banyak orang masih dibelenggu eforia kebebasan. Merasa aspirasinya tidak terwakili [...]
Momentum Tepat Untuk Optimalkan Kerja Pimpinan MPR
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada April 21, 2008 | Leave a Comment »
Desakan untuk melakukan amandemen kelima UUD 1945 menunjukan konstitusi negara kita memiliki jiwa (live constitution). Idealnya, momentum amademen juga diarahkan untuk menilai dan memperbaiki kinerja pimpinan MPR RI.
Beberapa waktu belakangan ini, usulan dilakukannya amandemen kelima terhadap UUD 1945 terdengar semakin “santer”. Usulan ini terutama dating dari dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang [...]