Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Artikel’ Kategori

Innalillah wa innaillaihi rajiun
 
Saya terlambat mendengar berita duka cita ini. Bapak Rachmat Widodo Adi, Ph.D, Fisikawan Indonesia telah berpulang ke Rahmatullah pada 13 April 2008. Saya menyimpan kenangan sebelum kepergiannya.
 
Pada tanggal 3 April 2008, saya kirim SMS ke beliau isinya tentang permohonan wawancara dengan tema Siapa Bilang Siswa Indonesia Tak Berprestasi? Tidak lama, dia balas [...]

Untuk mentranslate bahasa

Waktu

Take your time. Think a lot. Think of everything you’ve got. For your will still be here tomorrow, but your dreams may not.”
 
Lagu Cat Stevens (Yusuf Islam), “Footsteps in the Dark/Greatest Hits Vol 2”
 
Penggalan syair lagu diatas bermakna, “Marilah kita meluangkan waktu untuk sejenak memikirkan tentang apa saja yang telah kita peroleh. Kita mungkin masih [...]

Untuk mentranslate bahasa

Banyak orang─termasuk saya─yang mengabaikan waktu satu detik, padahal banyak hal yang terjadi dalam satu detik. 8 juta sela mengalami kematian dalam tubuh kita. 8 juta sel baru diciptakan untuk menggantikan sel-sel mati tersebut. Masing-masing sel membuat sekitar 2.000 protein. Lebih dari 2,5 juta sel darah merah dihasilkan didalam tubuh kita. Jantung kita memompa 83 cc [...]

Untuk mentranslate bahasa

Jam

Jam tangan adalah penunjuk waktu yang dipakai di pergelangan tangan manusia. Jam tangan (arloji) elektrik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1957 di Lancaster, Pennsylvania, Amerika Serikat oleh Hamilton Watch Company. Penelitian untuk menghasilkan arloji elektrik tersebut telah dimulai sejak tahun 1946. Namun pada tahun 1969, Hamilton Electric Obsolete menghentikan produksi arloji elektrik tersebut karena telah [...]

Untuk mentranslate bahasa

Di Barat, tempat ateisme Richard Dawkins, Profesor Daniel Dennet, Christopher Hitchens, dan Sam Harris bermukim, wacana tentang Tuhan memang marak−dan terkadang mirip candaan. Ini karena teologi bukan bagian dari thawabit (kekal) tetapi mutaghayyirat (berubah). Layaknya furu’ dalam fiqih. Ijtihad tentang Tuhan terbuka lebar bagi semua. Siapa saja boleh bertanya apa saja tentang Tuhan.
 
Akibatnya, para teolog [...]

Untuk mentranslate bahasa

Budiarto Shambazy dalam kolom Politikanya ( Kompas, 22/4/08 )menurunkan tulisan Untuk Apa Obama Menang?
 
Di bait kedelapan tertulis: Presiden AS Herbert Hoover dan Franklin Roosevelt mulai buka kontak dengan republik, prakarsa yang dilanjutkan Presiden Harry Truman dan Dwight Eisenhower. Itu sebabnya AS berpihak kepada republik.
 
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan pengakuan Sukarno dalam otobiografinya yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Mengapa Harus Menulis?

Mengapa seseorang menulis? Jawaban yang diluncurkan pasti beraneka ragam. R.A. Kartini dalam surat-surat kepada kawan-kawannya, menuliskan bahwa menulis adalah proses bekerja untuk keabadian. Ignas Kleden percaya bahwa menulis merupakan tata cara untuk mengumumkan dan menyuarakan pendapat dan apa yang diinginkan oleh penulisnya. Sedangkan, bagi Jimly Asshiddiqie, Ketua Mahkamah Konstitusi, mengatakan “saya menulis, karena saya ingin [...]

Untuk mentranslate bahasa

Mengapa Harus Membaca?

Sungguh agung ayat al-Quran yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW: Iqra’ yang artinya bacalah. Sepintas, ironi muncul saat itu, mengingat Nabi dikenal sebagai ummi, tidak mampu membaca dan menulis. Lewat penjelasan Jibril dan interpretasi banyak ulama kemudian setidaknya kita bisa mengambil dua hal: pertama, membaca tidak harus bermakna denotatif, mengeja huruf demi huruf. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Perangi Narkoba, dan Menang

Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia sangat memprihatinkan. Penyebarannya begitu cepat, meluas, dan sporadis menjangkau hingga ke berbagai pelosok. Sekarang di Indonesia hampir tidak ada satu pun kabupaten atau kota yang terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah merambah semua kelompok dan lapisan sosial: kaya-miskin, kota-desa, kelompok usia (anak-anak, tua-muda), [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Lebih baik musna dari pada didjadjah. Lebih baik mati tergilas oleh pertempuran daripada hidup menjerah serta ditahan oleh tentara imperialis djahanam”
 
(Ungkapan kemarahan para pemuda saat revolusi kemerdekaan 1945 dalam buku Dokumentasi Pemuda, Sekitar Proklamasi Indonesia Merdeka, Badan Penerangan Pusat SBPI, 1948)
 
Para pemuda adalah pejuang-pejuang yang istiqamah (konsisten). Sejak menyadari dirinya dijajah, dari situlah semangat untuk [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »