Salah satu isu pendidikan adalah masalah mutu. Tentu dari berbagai banyak faktor, guru sebagai pelaku dalam proses pendidikan dan pembelajaran menjadi determinan untuk menjadikan sebuah proses pendidikan yang bermutu sehingga menghasilakan sumber daya manusia yang bermutu. “Oleh karena itu, kami merasa peduli dan berkepentingan untuk meningkatkan mutu guru dan sekaligus juga menyiaapkan calon-calon guru yang bermutu,” ujar Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Sunaryo Kartadinata kepada Hendri F. Isaneni di Patere, sebutan untuk gedung Rektorat UPI.
Menurut Anda, bagaimana posisi pendidikan dalam pembangunan?
Jika selama ini kita menganggap pembangunan ekonomi akan berdampak kepada kemampuan sumber daya manusia. Posisi itu harus dibalik, bahwa dengan mengutamakan pengembangan sumber daya manusia diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, karena mereka akan mampu melihat banyak dan memanfaatkan peluang yang ada dan juga sekaligus akan membangun bangsa secara demokratis. Hal itu disebabkan nalar mereka akan lebih baik.
Bagaimana dengan kualitas tenaga pendidiknya?
Sesungguhnya harus dilihat dari berbagai faktor karena medan atau kehidupan yang dihadapi para guru berkembang terus. Kalau kita mengatakan guru-guru jaman dahulu cukup bermutu. Apakah yang sekarang tidak bermutu? Saya pikir tidak, karena tuntutannya semakin luas. Berarti ini menuntut para guru untuk melihat persoalan-persoalan itu. Persoalan mutu tentu harus dikaitkan juga dengan standar-standar dan tuntutan kebutuhan yang ada. Karena itu, tentu sulit mengkomparasikan guru saat ini dengan guru masa lalu.
Saya pikir seorang guru perlu memiliki kemampuan lain, di samping kemampuan substansi pelajaran juga tidak kalah pentingnya kemampuan dalam kependidikan itu sendiri karena guru dihadapkan kepada manusia-manusia yang sedang dalam proses berkembang. Sedangkan perkembangan peserta didik adalah proses yang dinamis dan mempengaruhi keberhasilan belajar mereka. Ini harus dipahami oleh guru dengan baik. Ini salah satu sisi dari kebermutuan seorang guru. Di samping dia mampu menyiapkan dan mengelola bahan ajar kemudian menyampaikannya kepada siswa, tentunya ini harus di up date. Oleh karena itu, harapan saya para guru memiliki kemampuan dan kapasitas untuk meng-up date dirinya.
Caranya?
Meskipun kesejahteraan masih harus ditingkatkan, tetapi guru harus memiliki kesadaran profesional untuk mengembangkan diri. Kedepan, dukungan fasilitas kerja menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Saya melihat upaya-upaya pemerintah kearah itu sudah cukup banyak. Tetapi, dengan wilayah yang begitu luas, jumlah guru yang begitu banyak, sekolah dimana-mana, itu bukan hal kecil untuk dipikirkan.
Bagaimana dengan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan guru?
Minat masyarakat terhadap pendidikan guru mengalami peningkatan. Namun yang terpenting, perguruan tinggi yang membina pendidikan guru harus mampu membangun komitmen. Sehingga menyelesaikan pendidikannya, para calon guru memiliki komitmen yang kuat untuk mengabdi sebagai tenaga pengajar. Memang persoalan komitmen tidak ada jaminan. Contoh sertifikasi, menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen, jiwa dari setifikasi adalah mutu─walaupun banyak yang menerjemahkan dengan gaji. Asumsinya, lewat sertifikasi guru yang bermutu. Pertanyaannya apakah selesai sertifikasi pendidikan akan bermutu? Tidak ada jaminan untuk itu. Siapa yang akan menjamin itu. Jaminannya hanya kalau guru yang sudah sertifikasi tersebut berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Itu yang harus terjadi. Persoalannya kembali kepada komitmen si guru.
Bagaimana membangun komitmen ini?
Memang bukan pekerjaan sederhana yang harus digarap di negara ini. Saya pikir, salah satu faktor adalah aspek manajemen sekolah, manajemen pendidikan, bagaimana guru merasa berpartisipasi dalam mengambil keputusan di sekolah, bagaimana dia memiliki fasilitas kerja yang memadai untuk mendukung pekerjaannya. Hal-hal semacam itu saya kira akan menumbuhkan komitmen. Kalau misalnya suasana sekolahnya, fasilitas pendidikan yang terbatas, tentu sedikit-banyak akan memepengaruhi komitmen.
Publikasi Majalah FIGUR Edisi XXV/Mei 2008
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://pendidikan.infogue.com/sudahkah_guru_berkomitmen_