Buku ini menarik karena diketengahkan ke ruang publik di saat situasi krisis, tidak hanya ekonomi, melainkan juga kepemimpinan. Dalam buku ini─dengan menggunakan bermacam-macam sumber─terungkap bagaimana seorang pejuang, dalam hal ini Sukarno harus berhadapan dengan situasi yang rumit, tetapi harus segera menentukan posisinya dengan segala risiko yang menyertai penentuan posisi yang harus dilakukan “tanpa cukup waktu” [...]
Arsip untuk Mei, 2008
Buku Baru: Kontroversi Sang Kolaborator
Diposkan dalam Event, NON FIKSI pada Mei 9, 2008 | Leave a Comment »
Sudahkah Guru Berkomitmen?
Diposkan dalam NON FIKSI, Wawancara pada Mei 9, 2008 | 1 Komentar »
Salah satu isu pendidikan adalah masalah mutu. Tentu dari berbagai banyak faktor, guru sebagai pelaku dalam proses pendidikan dan pembelajaran menjadi determinan untuk menjadikan sebuah proses pendidikan yang bermutu sehingga menghasilakan sumber daya manusia yang bermutu. “Oleh karena itu, kami merasa peduli dan berkepentingan untuk meningkatkan mutu guru dan sekaligus juga menyiaapkan calon-calon guru yang [...]
Guru, Pencetak Manusia Bermutu
Diposkan dalam Isu Utama, NON FIKSI pada Mei 8, 2008 | 1 Komentar »
Semua orang sadar, pendidikan memiliki posisi strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu untuk membangun bangsa kedepan. Siapakah aktor di balik penciptaan manusia bermutu itu? Dialah guru.
Ketika Indonesia masih dalam pencarian, nusantara ini dihuni oleh kerajaan-kerajaan. Setiap raja pasti memiliki seorang empu yang tugasnya membuat keris. Empu juga akan berfungsi sebagai guru tatkala [...]
Jejak Kekejaman Jepang
Diposkan dalam NON FIKSI, Resensi Buku pada Mei 5, 2008 | Leave a Comment »
Jepang sekarang mungkin merupakan negara maju yang progresif. Jepang tak lagi menjadi kekuatan yang menakutkan setelah dihajar oleh dua bom atom Amerika dan genknya tahun 1945 di Hiroshima dan Nagasaki. Kekuatan Jepang benar-benar lumpuh, juga nyalinya untuk bersaing dengan negara besar seperti Amerika dan Uni Eropa. Jepang sudah ‘’membeo’’ pada Amerika dan sekutunya begitu takluk [...]